28.7 C
Serang, ID
Jumat, 14 Juni, 2024
Spn Komplain Media
All LabelBidang PPATerbaru

C I N T A,By SPN Menulis

SPNKomplainMedia – Sejujurnya aku belum mampu mendifinisikan apa itu cinta. Karena banyak sekali ditemukan makna yang bahkan tidak dimengerti oleh penerjemahnya sendiri. Kebanyakan dari kita sering berfikir prematur bahwa yang kita rasa ialah cinta. Lalu, benarkah kita sudah memiliki cinta?
Alamatul Mahabbah (tanda-tanda cinta).
Mahabbah (cinta) – Baik itu Mahabbatullah (cinta kepada Allah Ta’ala) atau Mahabbatu ghairillah (cinta kepada selain Allah) – manakala telah tertanam di dalam diri akan terlihat tanda-tandanya
Pertama “Katsratul Dzikri” – Sering menyebutnya
Kedua “Al-I’jab” – Kagum
Ketiga “Ar-Ridha” – Kerelaan dan penerimaan
Keempat “At-Tadhiyah” – Pengorbanan
Kelima “Al-khauf – Takut
Keenam “Ar-Raja’” – Berharap
Ketujuh “At-Tha’ah – Ketaatan
*tulisan ini aku kutip dari blog @Risalah Tarbawiyah oleh M. Indra Kurniawan. Silahkan kunjungi blognya untuk pemaparan lebih jelasnya.
Sedikit belajar dari kasus yang kutemukan pekan ini. Dimana cinta yang dirasakan oleh kedua insan kemudian menjadikan mereka bertanya-tanya setelah mendapatkan keturunan. Apa itu cinta?
Mereka saling menerima kekurangan juga kelebihan diantaranya. Mereka saling menyayangi satu dengan lainnya. Mereka juga saling menghormati kedua orangtua diantaranya. Lalu mengapa masih belum ditemukan jawaban atas cinta yang mereka rasa tersebut. Mereka bergumam dalam hati masing-masing. “Apakah ada cinta dihatinya untukku?” Begitu kira-kira yang ku baca dari kasus ini.
Kerelaan atau penerimaan dan pengorbanan amat penting untuk di tanamkan setelah segala prilaku yang lain menunjukkan akan tanda-tanda cinta. Oleh karenanya ketika kita merasa cinta. Apakah kita sudah rela dan menerima apa yang ada dalam dirinya? Apakah kita mampu melakukan pengorbanan untuknya? Mohon jawab setelah meminta petunjuk kepada-Nya.
Ketika pasangan yang kita miliki tidak mengerti dengan apa yang kita inginkan. Tentu, rela dan menerima amat indah hasilnya dari pada mengungkit dan menghujatnya. Ketika pasangan yang kita miliki belum mampu mengorbankan separuh waktunya untuk membahagiakan kita. Maka, sabar ialah prilaku istimewa untuk menyadarkannya.
Betul memang, ini bukanlah perkara yang mudah bagi kita yang kerap dirasuki oleh emosi. Kita yang tiba-tiba saja terserang badai kecewa dan tumbang begitu saja. Namun, sesuatu yang tidak mudah bukanlah hal yang tidak bisa. Ada sebuah usaha yang akan mengantarkan jiwa kita pada cinta yang sebenarnya. Cinta, yang biarlah dirikita memaknainya dengan kata berbeda. Tetapi tetap puncak tujuannya ialah Ridha-Nya.
Berjalanlah dengan komunikasi yang baik penuh cinta. Ketika kita menjaga komunikasi terhadap-Nya mampu menenangkan bathin dan jiwa. Maka berkomunikasi dengan pasangan sendiri pun insyaallah mampu menyelamatkan rumah tangga.
Aku belum tahu akan mampu atau tidak. Setidaknya, aku hanya ingin siapapun yang sudah mengikrarkan cinta. Bertahanlah Atas Nama Cinta kepada-Nya. Bertahanlah dalam kesetiaan dan ketaatan. Bertahanlah dalam kebahagiaan. Karena perpisahan tidak ada yang membahagiakan. Karena perpisahan biarlah hanya DIA yang menentukan.
Kepada dirimu yang ku rindu, bisakah kita belajar untuk saling mencintai? Dan bisikkanlah namaku di langit malammu. Semoga kita bertemu. Wahai jiwa yang telah tertulis di lauhil mahfudz-Nya.
Insyaallah~(Oeyiey_SKM)

Related posts

SPN Kab.Serang Ikuti Pawai Akbar KOMNAS Perempuan

Koidul Khair

Selamat Memperingati Hari Sumpah Pemuda

Koidul Khair

Disnaker Prov Banten Kabulkan Penagguhan Upah

Koidul Khair

Leave a Comment

Situs web ini menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Kami akan menganggap Anda baik-baik saja dengan ini, tetapi Anda dapat menyisih jika mau. Terima Baca selengkapnya

Redaksi About Menu Kontak Galeri