28.7 C
Serang, ID
Jumat, 14 Juni, 2024
Spn Komplain Media
All LabelBidang PPAkesehatanTerbaru

Hati-hati Berikut 11 Tipe Orang Yang Berisiko Tinggi Terkena Kanker Payudara

SPNKomplainMedia – Masih di bulan Oktober dan masih dalam bulan peringatan akan kesadaran untuk mencegah bahaya kanker payudara, maka kamu pun patut menambah pengetahuanmu akan penyakit kanker yang jadi pembunuh wanita nomor 1 ini.

Salah satunya adalah penjelasan berikut ini tentang pengetahuan akan siapa saja yang berisiko terkena kanker payudara. Apakah kamu termasuk salah satu di antaranya?

    Kesehatan sangat penting apalagi kita sebagai buruh yang sangat rentan dengan berbagai penyakit kali ini redaksi akan memberikan sedikit informasi agar teman-teman buruh dapat mengerti beberapa tipe manusia yang berisiko tinggi terkena kanker payudara, berikut penjelasannya

1. Memiliki payudara yang padat
Untuk memeriksa kepadatan payudara hanya bisa dilakukan dengan mammogram. Sebab kepadatan payudara terlihat sama dari luar. 

Dengan melakukan pemindaian ini, maka akan terlihat pula kondisi sebenarnya dari jaringan ikat dan jaringan lemak payudara, apakah ada sesuatu yang mencurigakan atau tidak.


2.Pernah mengidap tumor payudara
Tumor payudara dibagi menjadi 2 jenis yaitu proliferatif dan non-proliferatif. Untuk kondisi non-proliferatif tidak memiliki risiko untuk berubah menjadi kanker payudara. Sementara pengidap proliferatif berisiko tinggi untuk terkena kanker payudara.


Jadi, jika kamu terdiagnosis tumor payudara sebaiknya lakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui risiko kanker payudara lanjutan yang mungkin terjadi.


3.Pernah mengidap LCIS
LCIS atau Lobular Carcinoma in Situ adalah suatu jenis tumor payudara jinak yang paling berbahaya dari semuanya. Tumor ini memiliki sifat pertumbuhan sel yang statis namun menyerang struktur jaringan di sekitarnya. Dengan demikian bisa menimbulkan kanker payudara lobular atau duktual. Sebab faktanya, penderita LCIS memiliki risiko untuk terkena kanker payudara 8-10 lipat lebih tinggi.

4.Tingkat androgen darah yang tinggi
Seperti testosteron, androgen diproduksi baik oleh pria atau wanita untuk menjaga kesehatan reproduksi. Dan meskipun wanita memproduksi androgen dalam jumlah sedikit, penelitian yang berkaitan dengan menopause mengamati bahwa wanita yang memiliki androgen dalam jumlah besar di tubuhnya memiliki risiko yang lebih tinggi untuk kena kanker payudara.

5.Obesitas
Obesitas yang terjadi terutama setelah menopause menempatkan wanita untuk berisiko tinggi kena kanker payudara. Sebab lemak di tubuh memiliki kemampuan untuk menghasilkan enzim yang disebut dengan aromatase. Enzim ini bisa mengonversi androgen menjadi estrogen. Hal inilah yang membuat risiko kena kanker payudara jadi tinggi.

Maka, itulah beberapa kondisi yang bisa menempatkan wanita untuk berisiko tinggi kena kanker payudara. Jika kamu merasa bahwa kamu adalah salah satu di antaranya lakukan 3 langkah pencegahan ini:
  • Periksa kesehatan payudara secara klinis setiap 6-12 bulan sekali.
  • Lakukan mammogram setiap tahun setelah kamu berusia 30 tahun.
  • Lakukan pemeriksaan jika kamu memiliki riwayat keluarga yang terkena kanker payudara
6. Membawa gen keturunan
Para peneliti mengidentifikasi bahwa garis keturunan menjadi faktor terbesar penyebab kanker berdasarkan hasil penelitian sebelumnya yang menyebutkan bahwa 45% hingga 65% kanker payudara berasal dari mutasi genetik.

Untuk itu, kamu patut mengetahui apakah kamu membawa gen tersebut dengan memahami silsilah keluarga, apakah ibu, nenek, saudara perempuan, atau bibimu pernah mengalaminya atau tidak.

7. Berusia di atas 50 tahun
Sekitar 5% wanita di bawah usia 50 tahun terdiagnosis penyakit kanker payudara. Namun seiring bertambahnya usia, risiko ini meningkat drastis ketika wanita menginjak usia 50 tahun ke atas. 

Faktanya, penelitian juga menunjukkan bahwa risiko terkena kanker payudara ini juga akan meningkat drastis pada wanita yang berusia di atas 70 tahun.

8. Telat hamil atau memilih tidak hamil
Wanita yang hamil di atas usia 30 tahun berisiko 40% lebih besar untuk terkena kanker payudara dibandingkan dengan wanita yang melahirkan pada usia 20-25 tahun. Hal ini disebabkan karena mutasi genetik menjadi lebih umum terjadi seiring bertambahnya usia.

9. Menstruasi dini atau menopause yang terlambat
Paparan jangka panjang dari hormon estrogen dan progesteron bisa meningkatkan risiko wanita untuk terkena kanker payudara. Hal ini bisa terjadi pada wanita yang mengalami menstruasi dini (sebelum usia 12 tahun) atau terlambat mengalami menopause (setelah usia 55 tahun).

10. Terapi hormon
Contoh dari terapi hormon adalah terapi yang biasa digunakan oleh wanita yang mengalami menopause. Terapi ini berfungsi untuk mengendalikan tingkat stres yang biasanya terjadi ketika wanita memasuki usia menopause. Dan penelitian menunjukkan bahwa mereka yang menjalani terapi hormon kombinasi dari estrogen dan progestin ini memiliki risiko yang tinggi untuk terkena kanker payudara.

11.Pengguna pil KB
 Selain memiliki efek positif yaitu untuk mengurangi risiko kanker rahim dan kanker ovarium, pil KB di sisi lain juga memiliki efek samping yang membahayakan yaitu bisa meningkatkan risiko kanker payudara.

Oleh karena itu kamu sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsinya.

    Maka dari sekarang mari kita saling menjaga kesehatan semoga artikel redaksi ini dapat bermanfaat bagi teman-teman buruh.(Coco_SKM)

Sumber : Dilansir dari boldsky.com.

Related posts

Pertemuan Nasional MEDIA SPN Dan Pelatihan Kontributor SPN NEWS

Redaksi1Spn

HOSJATUM DI MAYDAY 2017

Koidul Khair

Agenda Halal Bihalal, Sosialisasi Jambore Nasional dan Rapat Pengurus Komite Perempuan Serikat Pekerja Nasional Banten

Koidul Khair

Leave a Comment

Situs web ini menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Kami akan menganggap Anda baik-baik saja dengan ini, tetapi Anda dapat menyisih jika mau. Terima Baca selengkapnya

Redaksi About Menu Kontak Galeri