31.5 C
Serang, ID
Selasa, 14 Mei, 2024
Spn Komplain Media
FotoNews

PROFESOR dari AMRIK BERKUNJUNG ke DPP SPN

SPNKomplainMedia – 2 Februari 2017 sekitar pukul 10.00 WIB, Kantor DPP SPN yang beralamat
di jalan Raya Pasar Minggu nomor 39A Jakarta Selatan kedatangan seorang
tamu yaitu Mrs Stephanie Luce seorang Profesor dari The City University
of New York Amerika Serikat, dalam Universitas tersebut terdapat Lembaga
Penelitian yang bernama The Murphy & Labor Studies. Beliau
berkunjung ke DPP SPN ditemani oleh bung Darisman dan Fahmi Panimbang
dari LIPS (Lembaga Informasi Perburuhan Sadane). Kedatangan tamu ini
disambut oleh Ketua DPP SPN bapak Iwan Kusmawan SH beserta jajarannya.
Tujuan dari kedatangan dari Mrs Stephanie selain untuk silaturahim juga
untuk belajar tentang gerakan dan dinamika perjuangan buruh khususnya
SPN.
Pertemuan dibuka dengan ucapan selamat datang  di Kantor Sekretariat DPP
SPN oleh bapak Iwan Kusmawan SH yang selanjutnya mempresentasikan
tentang profile SPN dari mulai sejarah, tujuan, data vefrifiasi anggota
dan visi misi SPN. Kemudian dilanjutkan dengan presentasi dari Mrs
Stephani.”terima kasih presentasi nya pak Iwan, ini sangat membantu saya
mengetahui lebih banyak lagi tentang SPN” kata stephani mengawali
presentasinya. Selanjutnya dia mejelaskan tentang tujuannya datang ke
kantor DPP yaitu: untuk belajar tentang gerakan dan dinamika perjuangan
buruh yang ada di Indonesia dan salah satunya adalah dari SPN, karena
selama ini dia mengetahui bahwa gerakan buruh Indonesia sangat tinggi
khususnya ketika memperjuangkan tentang upahnya apabila dibadingkan
dengan Negara asia lainnya. Mrs Stephanie menambahkan bahwa gerakan
buruh di Amerika sendiri sekarang ini sudah berkurang dan menurun
drastis, maka itu dia sangat terkesan dan penasaran bagaimana bisa
dilakukan oleh buruh Indonesia, hal itu yang mendorong dia datang ke
Indonesia supaya bisa belajar dan mengetahui secara langsung.
Dalam sesi tanya jawab Mrs stephani menanyakan beberapa pertanyaan,
diantaranya “bagaimana cara SPN mengorganisir anggota, apa yang
dilakukan oleh SPN terkait dengan kebijakan pemerintah tentang Upah
khususnya PP No 78 Tahun 2015 dan tentang apakah upah yang tinggi
menjadi pendorong bagi perusahaan untuk melakukan relokasi?”. Pertanyaan
ini di jawab langsung oleh bapak Iwan Kusmawan pertama yang dilakukan
SPN adalah bagaimana mempertahankan keanggotaan ditengah era kebebasan
ini tentunya mempertahankan anggota  bukan lah hal yang mudah, yang
kedua dengan melakukan penyuluhan, pembinaan dan training kepada anggota
dan seluruh perangkat SPN dari PSP sampai DPD yang ada secara
berkelanjutan, yang ketiga adalah dengan membentuk Tim organizer Daerah,
yang keempat adalah melalui website www.spn.or.id dan jejaring sosial
facebook dan BBM serta lainnya karena terbukti pengorganisasian melalui
internet lebih efektif. Terkait PP No 78 Tahun 2015 SPN melakukan aksi
penolakan terhadap PP tersebut baik SPN sendiri, bersama-sama afilias
KSPI atau dengan aliansi lain dan menolak adanya upah padat karya. Dan
mengenai isu relokasi, tingginya kenaikan upah bukanlah masalah utama
pindahnya perusahaan tapi adanya regulasi daerah terhadap kemudahan izin
para pengusaha untuk mendirikan usaha. Yang relokasi adalah para
pengusaha naka dengan alasan upah tinggi, padahal pengusaha tersebut
hanya mementingkan keuntungan sebanyak-banyaknya saja, jadi relokasi
adalah akal-akalan pengusaha nakal. Pertanyaan keempat seberapa penting
demo/aksi terkait dengan kenaikan? dan dijawab sebenarnya SPN mempunyai
tahapan ketika mau melakukan aksi yaitu adanya konsep, lalu Lobby
setelah dua hal itu tidak ditanggapi maka melakukan aksi, dah sejauh ini
dengan aksi adalah cara yang efektif.
Pada sesi akhir bapak Zulkifli menanyakan kepada  Mrs Stephanie, apa
kebijakan Donald Trump terkait kebijakan ekonomi dan impor garment,
sepatu, tekstil ?, dan Mrs Stephanie menjawab Kebijakan Trump memang
sangat menakutkan bagi dunia, tidak hanya masyarakat luar tetapi juga
rakyat AS itu sendiri. Masa – masa sekarang adalah masa yg sangat
menakutkan, kebijakan Trump akan menciptakan peluang tenaga kerja yang
banyak tetapi hal itu tidak menguntung bagi buruh di AS karena peluang
kerja yang diciptakan mencakup kontruksi/ paralon dll, ada upaya
penghancuran serikat pekerja. SP dan aktivis di AS sedang merumuskan
aksi untuk melawan kebijakan Trump.
Tim kontributor sempat menanyakan kepada salah satu yang mendamping
Stephanie, yakni Bung Darisman (LIPS) tentang kedatangan ke SPN?,
sebenarnya dia sudah mengetahui SPN dan beberapa serikat buruh di
Indonesia dan dia datang ke Indonesia adalah dalam rangka ingin
mengetahui lebih jauh gerakan buruh disini (Indonesia) dan ingin belajar
banyak yang salah satunya adalah dari SPN, itu jawaban singkatnya.
Pertemuan selesai pukul 13.30 WIB.(Coco_SKM)

Sumber : SPN.or.id

Related posts

Bertahan hingga malam masa buruh masih semangat

Koidul Khair

PSP SPN PT BEES FOOTWEAR.INC,Peringati HUT Ke Empat

Koidul Khair

KEMOCENG DAN KESET TUNJANG PEREKONOMIAN BURUH

Koidul Khair

Leave a Comment

Situs web ini menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Kami akan menganggap Anda baik-baik saja dengan ini, tetapi Anda dapat menyisih jika mau. Terima Baca selengkapnya

Redaksi About Menu Kontak Galeri